Hanya menjadikan kebiasaan sehari-hari teknik-teknik yang ada, akan membuat Anda kembali melihat tanpa kaca mata


UNTUK PEMESANAN, SILAHKAN KIRIM Rp.30.000,-
MELALUI REKENING
BCA A/N YUSAN WIDJAJA- A/C NO 0931351108.
EBOOK PROGRAM MATA SEHAT 18 HALAMAN AKAN KAMI KIRIM MELALUI EMAIL.
KONFIRMASI TRANSFER SMS -
0812 88 7272 43 atau email: lucky3462@yahoo.com

Teknik Program mata sehat telah terbukti membuat mata Anda sehat. Teknik yang ada meliputi:

Tehnik pernapasan
Tehnik menggabungkan Pijatan
Tehnik kompres air hangat dan dingin
Tehnik menggunakan lampu
Tehnik menggunakan telapak tangan
Tehnik melihat benda jauh dan dekat
Tehnik pengaturan pandangan
Tehnik memutar mata
Tehnik mengedipkan mata
Tehnik pengaturan diet
Tehnik porsi latihan


Tehnik yang ada untuk kesembuhan atau penyehatan mata dengan kondisi:

Miopia Progresif (Rabun Dekat Memburuk)
Bagian ini adalah bagi miope yang memburuk dan membutuhkan resep lensa yang lebih
kuat. Ada strategi berbeda untuk tiap kondisi miopia

Miopia Stabil (Rabun Dekat)
Teknik yang diberikan di atas biasanya akan menstabilkan miopia progresif dalam waktu
beberapa minggu. Saat Anda bisa meliaht bahwa penglihatan Anda membaik atau sudah
stabil dan tak memerlukan resep lensa yang lebih kuat saat terakhir memeriksa mata

Presbiopa dan Hiperopia (Rabun Jauh)
Sejalan dengan usia yang semakin menua, lensa dalam kehilangan fleksibilitas dan
kekuatan memfokusnya. Ini bisa menimbulkan komplikasi serius karena lensa dalam tidak
berisi urat darah dan menyerap nutrisi dari cairan sekelilingnya serta menghancurkan
racun sisa produksi dengan cara difusi. Ketika lensa dalam berganti fokus

Mata Kering
Banyak pemakai lensa kontak dan orang-orang yang sudah tua menderita kekeringan
mata. Ini disebabkan karena kelenjar airmata mereka rusah dan tidak lagi memproduksi
cairan airmata yang cukup atau memproduksi cairan airmata dengan komposisi yang
salah

Baca Selengkapnya »»

Akomodasi, kemampuan lensa mata untuk menyesuaikan dari jarak jauh ke jarak dekat

Akuitas, kejernihan penglihatan ditulis dalam pecahan, seperti 20/150. Semakin kecil
pembaginya semakin baik akuitasnya. Akuitas jauh diukur dari jarak 6 meter dan akuitas
dekat diukur pada 35 cm. Penglihatan normal tanpa lensa korektif didefinisikan sebagai
20/20 untuk penglihatan jauh dan 14/14 untuk penglihatan dekat.

Ambliopia (juling), suatu kondisi di mana otak menahan sinyal syaraf di satu mata,
memberinya akuitas yang tidak normal. Berkurangnya penglihatan, khususnya terjadi
pada satu mata tanpa terlihat kelainan fisik yang jelas. Disebut juga mata malas (lazy
eye).

Astigmatisme, problem penglihatan mata di mana bola mata dan kornea bergerak
menyimpang. Akibatnya cahaya terfokus tidak rata pada retina sehinga bayangan
menjadi kabur dan distorsi.

Katarak, penyakit mata degeneratif di mana sel-sel di lensa dalam mata mati dan
menghalangi aliran cahaya masuk. Katarak bukan tumor atau pertumbuhan abnormal
tapi hanya akumulasi sel-sel mati, yang membuat lensa dalam tertutup kabut. Katarak
dapat dihilangkan dengan cara pembedahan tapi komplikasi dari pembedahan ini bisa
mengakibatkan kebutaan. Katarak bisa mempengaruhi lensa. Tidak terasa sakit namun
bisa menyebabkan kebutaan dengan terhalangnya cahaya masuk.
Katarak yang parah disebabkan dari luka pada lensa mata. Katarak bawaan/turunan
disebabkan adanya infeksi saat proses kehamilan, kerusakan kromosom (bagian sel
yang mengandung sifat turun-temurun), penyakit metabolisme yang menyebabkan
pertumbuhan tidak normal. Katarak pada anak-anak kemungkinan adalah turunan.
Katarak karena proses penuaan (usia) adalah yang paling umum, biasanya terjadi
pada kedua mata dari orang berusia 50 tahun ke atas. Bisa juga terjadi pada usia lebih muda penderita diabetes melitus. Penglihatan bisa disembuhkan dalam banyak kasus dengan memakai kacamata atau lensa kontak atau cangkok lensa mata buatan.

Lensa Korektif, kacamata atau lensa kontak yang mengobati lemahnya penglihatan mata dengan cara mengkompensasikan kekurangan optik mata. Lensa korektif juga disebut lensa kompensatif. Sesungguhnya tidak mengobati penyebabnya tapi memodifikasi cahaya sebelum masuk ke mata.

Diopter, unit ukuran kekuatan refraktif lensa, sebanding dengan kebalikan dari panjang focal (titik api) dalam meter. Sebagai contoh, lensa dengan panjang titik api 1/3 meter memiliki 3 diopter (+3.00D) dari kekuatan refraktif. Semakin kuat lensa semakin besar diopter.

Mata Kering, suatu kondisi di mana kelenjar airmata tidak berfungsi dengan baik,
menghasilkan cairan airmata tidak cukup banyak atau airmata dengan kompsisi yang
salah.

Otot Ekstraokular, sekumpulan otot terdiri dari enam otot yang
mengelilingi bola mata dan menggerakannya ke arah yang berlainan.
Glukoma, penyakit mata degeneratif yang biasanya disebabkan oleh sumbatan di
system pengeluaran mata sehingga meningkatkan tekanan di dalam bola mata. Glukoma
sering kali merusak syaraf optic dan sebagai penyebab utama kebutaan.


Perhatikan bola mata yang tidak bulat lagi (cenderung oval vertikal)

Hiperopia, (Rabun Dekat) problem penglihatan mata di mana orang melihat objek
jauh lebih baik daripada objek dekat. Seseorang dengan hiperopia disebut sebagai
seorang hiperope.

Iatrogenik, problem terusan yang disebabkan oleh pengobatan itu sendiri, seperti misal efek samping dari obat-obatan, komplikasi disebabkan oeh operasi atau kehilangan kekuatan focus alamiah karena lensa korektif / kacamata.

Bedah Laser, penggunaan laser untuk menghancurkan jaringan, contohnya, mengobati
glukoma dengan mengebor lubang pembuangan di mata. Laser juga digunakan myopia
dan astigmatisme dengan cara menghilangkan sebagian kecil kornea, sehingga
mengubah lengkungan serta kekuatan refraktifnya.

Lensa Minus, lensa yang membuat objek tampak lebih kecil. Lensa minus memiliki
diopter negative dari kekuatan refraktif, contohnya, -5.00D dan digunakan untuk
mengobati miope.



Perhatikan bola mata yang tidak bulat lagi (cenderung oval horizontal)

Miopia (Rabun Jauh), problem penglihatan mata di mana orang melihat objek dekat
lebih baik daripada objek jauh. Seseorang dengan myopia disebut sebagai miope.

Opticial, seorang teknisi yang memberikan kacamata dan lensa kontak.

Optometris, optometris tradisional adalah seorang dokter yang mengobati problem penglihatan mata dengan menggunakan lensa korektif.

Lensa Plus, adalah lensa yang membuat objek tampak lebih besar. Lensa plus memiiki
diopter positif dari kekuatan refraktif, contohnya, +5.00D dan digunakan untuk
mengobati presbiopia dan hiperopia.

Presbiopia (Mata yang menua), problem penglihatan di mana mata kehilangan kekuatan fokusnya karena proses penuaan, terutama pada orang di atas usia empat puluh. Bila orang tersebut sebelumnya memiliki penglihatan mata yang baik, objek-objek dekat bisa kabur walaupun objek-objek jauh biasanya bisa dilihat dengan jelas. Seorang dengan prebiopia disebut sebagai presbiope.

Kesalahan Reraktif, ukuran ketidakmampuan mata untuk memfokuskan cahaya dari
benda berjarak jauh ke retina. Kesalahan refraktif diukur berdasarkan kekuatan lensa
korektif yang diperlukan sebagai kompensasi kekurangan ini. Misal miope -5.00D
memiliki 5 diopter myopia, di mana +3.00D hiperope memiliki 3 diopter hiperopia.
Kekuatan Refraktif, kemampuan sebuah lensa untuk memfokuskan cahaya. Lensa
tersebut bisa saja lensa eksternal ataupun satu dari komponen optik mata seperti
misalnya kornea.

Strabismus, (Mata Juling) suatu kondisi di mana mata menunjuk kea rah yang
berbeda, menyebabkan gambar gAnda atau menekan kekuatan penglihatan di satu mata.

Niat yang serius dan keyakinan akan manfaat program mata sehat dalam memperbaiki penglihatan Anda, adalah salah satu faktor penentu berhasil atau tidaknya program ini.




Baca Selengkapnya »»

Struktur Mata

Posted by gaya-kosmo | 2:39 PM

Mata berbentuk seperti bola, sedikit menonjol pada bagian depan. Melalui tonjolan
inilah seseorang melihat. Saat kelopak mata ditutup, tonjolan ini tertutup. Bagian mata
lainnya dilindungi tulang tengkorak. Setiap bagian dari mata manusia memiliki fungsi
khusus.

Kornea dan Sclera
Mata diselimuti oleh 3
lapisan.
1. Bagian paling luar
adalah kornea dan
sclera.
2. Bagian tengah
adalah lapisan
pembuluh darah yang
berfungsi
menyediakan supply
darah terdiri dari
choroid, ciliary body dan iris.
3. Lapisan paling
dalam adalah retina.

Sclera atau putih mata adalah susunan dari jaringan berserat yang kuat. Pada bagian mata yang terbuka, permukaan sclera ditutupi selaput lendir yang disebut conjunctiva.
Berfungsi menjaga mata agar tidak kering.

Kornea, bagian dari sclera yang berbentuk transparan dimana cahaya dari luar masuk.
Pemfokusan cahaya dari luar dimulai dari kornea. Pada bagian belakang kornea adalah
cairan yang disebut aqueous humor. Cairan ini memenuhi ruangan berbentuk bulan
sabit, tebal di bagian tengah dan tipis di bagian pinggir. Kornea dan aqueous humor
membuat lensa mata dapat membelokkan atau meluruskan cahaya dan mengarahkannya
melalui bagian tengah mata.

Iris, terletak di belakang aqueous humor, berbentuk seperti cincin dengan warna. Warna
iris (disebut juga warna mata) adalah faktor keturunan dan tidak berpengaruh terhadap
penglihatan. Iris seperti tirai berotot yang bisa menutup dan membuka. Berfungsi
mengatur banyaknya cahaya yang masuk melewati pupil, bagian terbuka dari iris.

Pupil terlihat seperti titik hitam. Semua cahaya yang masuk melewati pupil. Saat banyak
sedikitnya cahaya dibutuhkan untuk melihat lebih jelas, pupil menjadi mengecil atau
membesar dengan gerakan dari otot di iris. Aqueous humor mengalir melalui pupil ke
ruang kecil antara iris dan lensa mata.

Cara sederhana untuk melihat pupil merespons terhadap cahaya adalah dengan berdiri di
depan cermin dengan mata ditutup tangan kira-kira 10 detik. Saat mata dibuka, pupil
mengecil atau kontraksi merespons terhadap cahaya. Jika cahaya dikurangi, pupil
mengembang sebaliknya jika cahaya ditambah pupil mengecil.

Choroid, adalah lapisan pembuluh darah dan jaringan tersambung dihimpit sclera dan
retina. Berfungsi membawa supply nutrisi ke mata.

Ciliary Body, adalah struktur otot yang dapat merubah bentuk lensa mata.

Lensa Mata, di belakang pupil dan iris ada lensa seperti kristal dan otot ciliary. Otot
menahan lensa pada tempatnya dan merubah bentuknya. Lensa mata tidak berwarna,
mendekati transparan, cembung pada kedua sisinya, sama dengan kaca pembesar biasa.
Fungsinya hanya mem-fokus-kan cahaya ke retina. Lensa mata terdiri dari sel-sel
memanjang yang tidak memiliki supply darah. Sel-sel ini mendapatkan nutrisi dari
cairan yang mengelilinginya, aqueous humor di depan dan vitreous body,
berbentuk jelly pada bagian belakang.

Bentuk lensa mata pada dasarnya adalah seperti bola pipih yang dapat diubah dengan
gerakan dari otot ciliary yang mengelilinginya. Oleh karena itu mata fokus dengan jelas pada sebuah obyek pada berbagai jarak.

Enam otot ekstraokular
mengelilingi tiap bola mata dan
menggerakan mata. Kekuatan
dan presisi yang diperlukan di
sini benar-benar merupakan hal
yang mengagumkan. Selama
melakukan gerakan mata yang
berlangsung sekitar 1/10 per
detik, bola mata bergerak
dengan kecepatan luar biasa dan
berhenti hampir seketika.
Untuk menghasilkan kekuatan
yang cukup untuk melakukannya,
otot ekstraokular memiliki
kekuatan 200 kali lebih besar
daripada yang dibutuhkan untuk
memutar mata dalam soketnya.


Baca Selengkapnya »»

Mengenal Mata Anda

Posted by gaya-kosmo | 12:53 PM

Mata manusia adalah bagian yang rumit dari bagian tubuh manusia. Mata memungkinkan manusia untuk melakukan tugasnya sehari-hari dan melihat dunia sekelilingnya. Penglihatan adalah proses yang terjadi dengan cepat antara mata, system syaraf dan otak.



Ketika seorang melihat pada sebuah benda, yang sebenarnya dilihat adalah pantulan cahaya dari benda itu. Pantulan ini melewati lensa dan jatuh pada retina mata.Di sini cahaya di ubah menjadi sinyal elektris yang berjalan melalui syaraf optic menuju otak. Setiap seperempatpuluh detik, retina mata dapat mengantarkan sinyal gambar lebih dari 100 juta bit informasi.Mata merupakan kantong jelly transparan padat berbentuk bulat berukuran sekitar 25 cm yang terbentuk dari sel hidup. Mata sama dengan sebuah camera. Keduanya merubah cahaya menjadi energi elektris.

Baca Selengkapnya »»